Kamis, 17 November 2011

RPP Sistem Pernapasan


BIOLOGI VIII
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah                         : SMP
Kelas                             : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran            : IPA BIOLOGI

Standar Kompetensi
1.      Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
1.5.  Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan..           
Indikator
1.      Membandingkan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia.
2.      Membandingkan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.
3.      Membandingkan stuktur, fungsi, dan proses system pernapasan pada manusia dan beberapa hewan tetentu.
4.      Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.
Alokasi waktu : 4 jam (2 x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan pengertian pernapasan (respirasi).
2.      Membedakan pernapasan eksternal dan pernapasan internal.
3.      Menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia dan vertebrata.
4.      Menjelaskan proses pernapasan yang terjadi di dalam tubuh manusia.
5.      Menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia.
6.      Menjelaskan karakteristik dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia.
7.      Mengamati bagian-bagian alat pernapasan pada manusia.
8.      Membedakan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.
9.      Menjelaskan mekanisme pernapasan dada pada manusia.
10.  Menjelaskan mekanisme pernapasan perut pada manusia.
11.  Menjelaskan pengertian volume paru-paru.
12.  Membedakan volume total, volume tidal, dan volume residu dari volume udara pernapasan.
13.  Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida selama proses pernapasan.
14.  Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
15.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
16.  Menjelaskan bahaya merokok bagi kesehatan.
17.  Menyebutkan racun yang terkandung dalam rokok.
18.  Menyebutkan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.
19.  Menjelaskan sistem pernapasan pada hewan vertebrata.
B. Materi Pembelajaran
       Sistem Pernapasan pada manusia dan vertebrata
C. Metode Pembelajaran
 1.  Model   :   
Ø  Direct Instruction (DI)
Sintaks Model Pembelajaran Langsung
Fase-fase
Perilaku Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan
Siswa

Menjelaskan TPK, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya, mempersiapkan siswa untuk belajar.
Fase 2
Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan

Mendemonstrasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap

Fase 3
Membimbing pelatihan

Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal

Fase 4
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan

Fase 5
Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari - hari


Ø  Cooperative Learning
Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif (Cl)
Fase-fase
Perilaku Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi
Siswa

Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar

Fase 2
Menyajikan informasi

Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan

Fase 3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompok belajar

Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka

Fase 5
Evaluasi

Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja

Fase 6
Memberikan penghargaan

Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok


 2.  Metode :
Ø  Diskusi kelompok
Ø   Eksperimen
Ø   Observasi
Ø   Ceramah
D. Langkah-langkah Kegiatan
1.        Pertemuan Pertama
Ø  Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a.       Motivasi dan Apersepsi
·         Guru melakukan demonstrasi yang dimana siswa diminta untuk berdiri. Setelah berdiri siswa mengikuti apa yang di perintahkan oleh guru. Yang pertama coba anak-anak tutup hidung kalian selama satu menit. Lalu guru bertanya kepada siswa apa yang kalian rasakan ketika hidung kalian ditutup selama satu menit? Apakah kalian bisa bernapas?
·         Selanjutnya guru meminta siswa untuk menutup mulut selama satu menit. Setelah itu guru bertanya kepada siswa” apa yang kalian rasakan kalau sebaliknya mulut yang tertutup? Apakah kalian bisa bernapas?
·         Yang terakhir guru meminta siswa untuk merentangkan tangan. Lalu menghirup udara dan melepaskannya. Setelah itu guru bertanya “ apa yang kalian rasakan ketika kalian menghirup udara dan melepaskannya? Apakah terjadi sebuah proses bernapas?
b.      Prasayarat pengetahuan
·         Dari hasil demonstrasi tersebut guru bertanya kepada siswa tentang materi apa yang akan diajarkan pada pertemuan ini? Setelah itu guru bertanya untuk membuka pengetahuan siswa dengan pertanyaan “ apakah yang dimaksud dengan pernapasan?
·         Apakah sistem pernapasan pada manusia dan hewan itu sama?

Ø  Kegiatan Inti (60 menit)
·         Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
·         Setiap peserta didik dibagi menjadi 3 kelompok.
·         Setelah pembagian kelompok guru mengarahkan untuk bereksperimen.
·         Guru menyediakan alat untuk praktikum yang berhubungan dengan materi pernapasan.
·         Setelah melakukan eksperimen peserta didik dengan kelompok yang telah dibagi tersebut diminta untuk mengisi LKS (Lembar Kerja Siswa) yang telah disediakan oleh guru.
·         Selesai mengisi LKS guru memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap  kelompok untuk membacakan hasil LKS yang telah dikerjakan.
·         Pada tahap diskusi yang kedua ini guru memberikan tugas pada setiap kelompok.
·         Kelompok pertama diberikan tugas untuk mencari defenisi pernapasan, alat-alat pernapasan dan fungsinya.
·          Pada  kelompok kedua diberikan tugas mencari proses pernapasan dada dan perut sistem pernapasan pada hewan Vertebrata.
·         Kelompok terakhir mencari tugas kelainan terjadi pada sistem pernapasan.
·         Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
·         Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
Ø  Kegiatan Penutup (10 menit)
·         Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·         Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
·         Guru memberikan tugas rumah berupa penyakit apa saja yang diakibatkan apabila sistem respirasi terganggu.
2.    Pertemuan Kedua
Ø  Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a.              Motivasi dan Apersepsi:
·         Guru menanyakan tugas pada pertemuan sebelumnya.
·         Guru bertanya kepada siswa mengenai seputaran rokok. Misalkan apakah berbahaya orang yang merokok?
·         Guru memancing siswa dengan sebuah pertanyaan “ apabila rokok itu berbahaya mengapa dijual?
·         Alat apakah yang digunakan ikan pada waktu bernafas?
b.              Prasyarat pengetahuan
·         Guru bertanya sebutkan racun yang terkandung dalam rokok?
·         Bagaimana mekanisme pernapasan pada ikan?

Ø  Kegiatan Inti (60 menit)
·         Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok menjadi 3 kelompok.
·          Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan..
·          Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
·         Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bahaya merokok bagi kesehatan.
·          Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan racun yang terkandung dalam rokok.
·          Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.
·          Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
·          Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
·           Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sistem pernapasan pada hewan.
·         Guru membagi tugas kelompok:
·         Kelompok pertama diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada ikan  dan amfibi.
·         Kelompok kedua diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada reptil dan mamalia.
·         Kelompok ketiga diberi tugas untuk menjelaskan sistem pernapasan pada burung.
·          Tugas kelompok diberkan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
·          Setiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
·          Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
·         Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
·         Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem pernapasan pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

Ø  Kegiatan Penutup (10 menit)
·         Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
·          Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
·         Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
 a. Buku IPA Biologi
 b. Peta Konsep
 c. Alat dan bahan praktikum
        
F. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian:
·         Tes tertulis
·         Penugasan
2. Bentuk Instrumen:
·         Tes PG
·         Tes uraian
·         Tugas rumah
3. Contoh Instrumen:
·         Contoh tes PG
Pertukaran udara secara difusi dilakukan pada ....
a. alveolus                              c. Bronkus
b. trakea                                 d. Pulmo
·         Contoh tes uraian
Buatlah tabel yang menjelaskan perbedaan proses inspirasi dengan ekspirasi.
  • Contoh tugas rumah 
Buatlah sebuah artikel mading berwarna tentang penyakit-penyakit akibat dari rusaknya alat pernapasan dengan 3 orang teman kalian. Jelaskan selengkap-lengkapnya tentang penyakit tersebut, mulai:
§  sejarah        
§  apa penyebabnya
§  gejalanya     
§  cara mengatasinya
Kalian dapat membuat artikel tersebut dalam poster berukuran 50 cm x 40 cm kemudian disajikan semenarik mungkin. Kalian dapat mempresentasikan artikel  tersebut kemudian menempelnya dimading kelas atau mading sekolah.


Banda Aceh, 18 Oktober 2011

Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                      Guru Mata Pelajaran
Dr. Cut Nurmaliah, M.Pd                                          Fitri Aria hsb
NIP. 196103171986032001                                          NIM. 0806103010062










Materi ajar
Sistem Pernapasan
Bernapas merupakan proses pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Respirasi adalah proses penggunaan oksigen dalam pembakaran makanan untuk menghasilkan energi. Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Untuk bernapas manusia maupun hewan memerlukan alat-alat pernapasan. Alat-alat pernapasan berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh. Alat-alat pernapasan pada manusia yaitu berupa rongga hidung -à pangkal tenggorokan (faring) àbatang tenggorokan (trakea) à bronkus (cabang tenggorokan) à paru-paru (bronkiolus dan alveolus).
a.       Rongga hidung (Cavum nasalis)
Terdapat 3 perlakuan : yang pertama udara yang masuk melalui hidung kemudian disaring oleh rambut hidung dan selaput lendir. Pada rambut-rambut hidung menyaring partikel debu yang besar sedangkan pada lendir berfungsi memerangkap debu halus dan bakteri. Yang kedua didalam rongga hidung terdapat pengaturan suhu berdasarkan lingkungan. Artinya udara yang masuk akan dihangatkan oleh darah yang ada di dalam pembuluh darah kapiler di rongga hidung. Apabila udara diluar dingin maka didalam hidung udara mengalami pemanasan sesuai dengan suhu badan. Tanda penyesuaian itu antara lain bila berada ditempat yang dingin atau panas hidung akan berlendir dan mengeluarkan cairan. Yang terakhir didalam hidung udara diatur kelembapannya oleh lapisan lendir.

b.      Pangkal tenggorokan (Faring)
Setelah melalui hidung, udara masuk ke pangkal tenggorokan melalui faring. Faring merupakan persimpangan rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Dari pangkal tenggorokan udara masuk ke batang tenggorokan. Pangkal tenggorokan ini terdiri dari atas katup dan tulang rawan yang membentuk jakun. Pada pria jakun akan tumbuh lebih besar dibandingkan pada wanita sehingga akan tampak lebih menonjol. Pada pangkal tenggorokan terdapat pita suara tepatnya didalam jakun. Selaput suara akan bergetar bila teraliri udara dari paru-paru. Getaran itulah yang kemudian menimbulkan suara.

c.       Batang tenggorok (Trakea)
Batang tenggorok terdapat didaerah leher didepan kerongkongan. Batang tenggorok merupakan pipa yang kaku dan tetap terbuka karena terdiri dari gelang-gelang tulang rawan yang dilapisi oleh selaput lendir yang sel-selnya berambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk menolak debu atau benda asing yang masuk bersama udara. Dengan demikian paru-paru akan terhindar dari kotoran yang dapat menimbulkan gangguan.

d.      Paru-paru
Paru-paru berjumlah sepasang, yaitu paru-paru sebelah kiri dan paru-paru sebelah kanan. Paru-paru terletak dirongga dada diatas sekat diafragma. Diafragma atau sekat rongga badan ialah rongga yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir sedangkan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru terbungkus oleh selaput yang dinamakan pleura. Selaput paru-paru atau pleura membungkus alveolus-alveolus didalam paru-paru terdapat lebih kurang 300 juta alveolus yang jika dibentangkan luasnya sekitar 80 meter persegi sehingga memungkinkan penyerapan oksigen lebih efisien.

Proses Pernapasan
Proses pernapasan ini terdiri dari menghirup udara atau menarik napas dan mengeluarkan udara atau menghembuskan napas. Proses menarik napas atau menghirup udara dinamakan proses inspirasi. Sedangkan proses mengeluarkan udara dari paru-paru dinamakan proses ekspirasi. Jadi pada saat kita bernapas terjadi dua mekanisme penting inspirasi dan ekspirasi. Mengembang dan mengempisnya paru-paru disebabkan oleh perubahan tekanan udara di rongga dada dan dirongga perut. Perubahan tekanan udara disebabkan oleh perubahan volume udara rongga dada dan peru. Semua perubahan itu akibat kontraksi otot-otot pernapasan yaitu otot diafragma, otot sela iga atau otot antar tulang rusuk dan otot perut. Berdasarkan aktifitas otot-otot pernapasan, maka pernapasan dibedakan menjadi dua yaitu pernapasan dada (pernapasan tulang rusuk) dan pernapasan perut (pernapasan diafragma).
1.      Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk. Mekanismenya yaitu :
Ø  Fase inspirasi
Fase ini berupa berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil dari pada tekanan diluar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Ø  Fase ekspirasi
Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antar tulang rusuk ke posisi semula yang diikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi lebih kecil. Sebagai akibatnya tekanan didalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbondioksida keluar.
2.      Pernapasan perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanismenya yaitu :
Ø  Fase inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi lebih kecil sehingga udara luar masuk.
Ø  Fase ekspirasi. Pada fase ini fase berelaksasinya otot diafragma kembali ke posisi semula, mengembang sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar akibatnya udara keluar dari paru-paru.
Volume dan Kapasitas Paru-Paru
Ø   Volume tidal : udara yang keluar masuk paru-paru pada saat keadaan relaks = 500 ml.
Ø   Volume cadangan inspirasi / udara komplementer : volume tidal paru-paru yang mendapat udara ekstra dari luar pada saat inspirasi lebih dalam = 1500 ml.
Ø  Volume cadangan ekspirasi/ udara suplementer : volume udara yang dikeluarkan setelah ekspirasi normal = 1500 ml.
Ø  Kapasitas vital paru-paru : total udara yang keluar masuk paru-paru pada saat inspirasi sedalam-dalamnya dan ekspirasi sekuat-kuatnya.
Ø   Kapasitas vital paru-paru = volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan inspirasi.
Mekanisme Pertukaran Gas di Dalam Tubuh
a. Pertukaran gas di paru-paru
Ø  Pertukaran gas di alveoli terjadi melalui difusi
Ø  O2 yang berdifusi ke dalam darah umumnya berikatan dengan Hb membentuk oksihemoglobin di dalam eritrosit
b. Pertukaran gas di jaringan
Ø  Setelah sampai di sel-sel, darah mengalir ke jaringan tubuh.
Ø  Setelah sampai di sel tubuh, O2 dilepas dari ikatan oksihemoglobin dan masuk ke sel-sel tubuh.
Ø  Pada saat bersamaan CO2 dari sel-sel tubuh masuk ke dalam darah
Ø  dan sebagian kecil bergabung dengan Hb membentuk ikatan
Ø  karboksihemoglobin.
Bahaya Merokok Terhadap Sistem Pernapasan
Ø  Tembakau pada rokok mengandung nikotin yang terikat pada asam organic yang akan keluar bila tembakau dibakar, dikunyah, dan dihirup. Rokok juga mengandung senyawa kimia piridin, amonia, karbon dioksida, karbon monoksida, keton, aldehid, dll. Nikotin mempengaruhi pusat pernapasan di otak, memperlambat denyut jantung, menyempitkan arteri, dan menyebabkan muntahmuntah.
Kelainan Pada Sistem Pernapasan
  1. Sinusitis g. Fibrosis
  2. Tonsilitis h. Bronkitis kronis
  3.  Laringitis i. Asma
  4.  Pneumonia j. Kanker paru-paru
  5.  Emfisema k. Asfiksia
  6. Tuberkulosis
 Sistem Pernapasan Hewan
1. Sistem Pernapasan Ikan
  1. Inspirasi
Insang bergerak ke samping operculum tetap menempel pada rongga tubuh mulut membesar tekanan air dalam rongga mulut kecil air masuk rongga mulut.
  1. Ekspirasi
Setelah inspirasi, air mengalir melalui mulut menuju insang. O2 yang terlarut dalam air akan bersentuhan dengan filament insang, berdifusi dari air ke kapiler-kapiler darah Darah yang kaya oksigen beredar ke seluruh tubuh, dan CO2 dari kapiler darah berdifusi ke air. Pada saat celah mulut menutup, operculum membuka, sehingga air keluar.
















LKS (Lembar Kerja Siswa)
Praktikum Sistem Pernapasan
Penelitian biologi sederhana ini mempunyai tujuan penting agar:
  1. mengetahui bahwa bernapas itu penting dan merupakan proses dalam hidup yang otomatis;
  2. mengamati dan mencatat data dalam proses pernapasan;
  3.  memperagakan bagaimana udara masuk dan keluar dalam proses pernapasan di paru–paru;
  4. mengamati bagaimana pernapasan dapat berubah seiring dengan perubahan aktivitas yang berbeda pula; dan
  5. penggunaan perhitungan sebagai alat untuk mengumpulkan data.

Landasan Teori           :
Bernapas merupakan proses pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Respirasi adalah proses penggunaan oksigen dalam pembakaran makanan untuk menghasilkan energi. Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Untuk bernapas manusia maupun hewan memerlukan alat-alat pernapasan. Alat-alat pernapasan berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh. Alat-alat pernapasan pada manusia yaitu berupa rongga hidung -à pangkal tenggorokan (faring) àbatang tenggorokan (trakea) à bronkus (cabang tenggorokan) à paru-paru (bronkiolus dan alveolus).
Aktivitas 1
Mengumpulkan salah satu gas yang keluar dari napas yang kita embuskan.
  • Alat dan bahan
Handuk basah, cermin tangan
  • Prosedur
Gunakan handuk basah untuk membersihkan dan mengeringkan cermin. Pegang cermin mendekati mulut, tetapi tidak menyentuhnya. Embuskan dua atau tiga napas ke hadapan cermin tersebut. Periksa apa yang terjadi pada permukaan cermin.
  • Pertanyaan
  1. Apa yang terjadi pada cermin?
  2. Mengapa cermin tersebut memburam?
 Aktivitas 2
 Mendengarkan napas teman; menghitung embusan napas dalam satu menit.
  • Alat dan bahan
Stetoskop (bila diperlukan); jam atau stopwatch dalam genggaman tangan,
  • Prosedur
Percobaan 1
Gunakan stetoskop untuk mendengarkan secara jelas embusan napas teman. Tahan napas selama mungkin untuk menghitung seberapa lama setiap anak dapat menahan napas.
Percobaan 2
Tiap anak berpasangan; satu anak bernapas, anak yang lain menghitung dengan memegang jam atau stopwatch. Dalam keadaan tenang, anak yang bernapas duduk tenang. Dalam 1 menit, secara serentak anak yang memegang alat penghitung menghitung berapa kali embusan napas teratur yang dilakukan pasangannya. Setelah selesai, lalu bertukar pasangan dan lakukan prosedur yang sama.
Percobaan 3
Sebelum memulai menghitung napas di percobaan 2, anak-anak yang bernapas berlari-lari di tempat atau melompat-lompat di tempat terlebih dahulu selama 60 detik. Bila telah selesai, ulangi aktivitas percobaan 2.
Jangan lupa untuk mencatat setiap perhitungan napas dalam setiap percobaan di kartu anak–anak yang telah disediakan.
  • Pertanyaan: 
  1. Dalam kasus seperti apa kita bernapas lebih dari biasanya? Kenapa?
  2. Apakah menurutmu kita akan bernapas lebih cepat atau lebih lambat setelah berlari selama 10 menit?
  3. Mengapa kita tidak bisa menahan napas selama lebih dari 5 menit?
  4. Buat hasil dari praktikum beserta jawaban dari pertanyaan tersebut di kertas

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review